MY QUESTION
Aku lelah dengan aktivitas kampus yang banyak menyita kesibukanku selama ini, aku pulang ke rumah ku dengan seorang diri, walau aku tau dirumahku aku pasti bosan, bagaimana tidak aku hanya tinggal seorang diri, segenap keluargaku ada di kota terpencil di papua. Kadang aku rindu dengan kota yang aku tinggali disana selama 5 tahun lamanya, namun keramaian kota Jakarta kadang membantuku untuk menghilangkan rasa rindu itu.
Hari ini aku pertama kalinya menjadi mahasiswa, aku punya sahabat namanya pingkan, dia ahabat kecilku, bukan kebetulan kami bersama-sama ingin menimba ilmu di salah satu universitas swasta Jakarta, namun sejak kami di SMP kita sudah kompak ingin menimba ilmu di kota metropolitan ini, kami penasaran dengan Jakarta yang katanya hamper 24 jam macet, yang banjir setiap hujan keras melanda ibi kota Indonesia ini. Aku mengambil jurusan keperawatan, dan pingkan mengambil jurusan psikologi.
Tian, dia pacarku yang sudah 5 tahun jadian denganku, memang sih kita sempat putus waktu kelas 1 SMA kemarin, tapi rujuk lagi deh sampai saat ini. Tian sekarang ini semester 3 jurusan psikologi, dia kuliah sama dengan aku (tepatnya senior pingkan). Sebenarnya aku kuliah di kampus yang sama dengan dia supaya aku dengan dia bisa selalu dekat, namun tau batas donk. Aku takut kalo dia berpaling dari aku, tau sendirikan cewe jakarta keren-kerenya aji gila, makanya aku takut kehilangan Tian yang selama ini menemaniku selama 5 tahun belakangan ini.
……
Kuliah di jurusan keperawatan juga menyusahkan, banyak praktikum yang harus dibuat laporannya, mana lagi ada berbagai tugas kelompok serta individu, ya ampun aku sibuk banget… jadinya aku jarang ketemu dengan tian, tapi pingkan sahabat aku menjelaskan hal ini ke tian so untungnya tian ngerti,
……
Dari situlah awalnya,
Karena aku sibuk dengan urusan akademik, urusan organisasi di kampus aku mulai jarang bertemu dengan tian lagi, bahkan pingkan sekalipun yang rumahnya bersampingan dengan rumahku, jarang berjumpa denganku. Akhirnya pingkan yang sering bertemu dengan tian, dan seperti di duga sebelumya mereka pada akhirnya jatuh cinta, lucu seperti cerita sinetron namun inilah kisah ku… saat sahabat kecilku mencintai kekasihku ternyata cinta itu tidak bertepuk sebelah tangan, namun di balas dengan cinta yang tulus dari kekasihku pula.
Aku hampir ketawa saat teman kelas pingkan menanyakan hal ini tiga bulan yang lalu, spontan saja aku mengelaknya, aku katakan kalau pingkan hanya berteman dengan tian, dan akulah kekasih tian senbenarnya. Aku membiarkan gosip ini berlarut-larut samapai 1 bulan, karena aku tidak pernah putus dengan tian, begitu pun dengan jalinan persahabatku dengan pingkan. Tidak ada yang berubah dari sikap tian, dia tetap menelpon ku sebelum tidur, dan selalu mengingatkan aku untuk makan siang, begitu pula dengan pingkan dia masih sering mengakku makan es cendol kesukaanku dan pisang epe khas makasar. Sungguh tidak ada yang membuat aku merasa aneh.
Namun ternyata kenyataan pahit yang aku terima melebihi dari segalanya, sekitnya melebihi pada ssat aku mendapat nilai eror biokomia 3 sks, melebihi pada saat aku ketika aku di tampar oleh guruku ketika SMP dulu, sulit aku menuliskan betapa akitnya rasa ini, dua orang yang aku sayang dan aku cintai menusuk diriku dari belakang, namun aku tidak menyerah begitu saja, aku berusaha untuk mengingatkan kembali kish indah yang pernah aku lalui bersama tian selama 5 tahun lamnya, aku melakukan semua ini, karena aku tidak mau membuang percuma waktu 5 tahun untuk mengenal kepribadiannya. Aku tidak peduli dengan pingkan, karena aku tahu pingkan tidak tepat untuk tian,
Aku berusaha dan terus berusaha meski aku sudah di putuskan dengan tian, namun aku sadar cinta butuh pengorbanan, bisa saja tian khilaf atau melupakan aku sejenak dan akhirnya menjalin cinta dengan sahabat baikku.
Tapi akhirnya tidak sebahagia seperti kisah sinetron,
3 bulan setelah mereka jadian, aku mendapatkan undangan, undangan penikahan mereka, aku seperti di tampar ! seperti di tampar petir ! aku tidak menyangka mereka masih mahasiswa, masih muda, belum setahun berpacran masa ia sih mereka seberani itu menganbil ikatn pernikahan dalanm sakramen pernikahan di gereja. Ternyata pingkan MBA (hamil diluar nikah) dan pelakunya tian, orang yang selama ini aku puja karena tidak pernah macam-macam dengan aku, aku tidak percaya malah aku curiga ini rencana pingkan untuk menjebak tian, meski aku tau pingkan juga bukan tipe cewe yang dengan mudahnya menyerahkan dirinya, dia bukan cewe murahan ! tian mengakui perbuatannya. akhirnya aku datang ke gereja mengikuti pemberkatan pernikahan mereka yang dipimpin oleh pastor. Betapa hancur hatiku melihat orang yang aku cintai akhirnya menikah dengan sahabat baikku. Bagiku 5 tahun bukan waktu yang singkat untuk belajar menerima kelemahan seseorang, dan pad akhirnya semua itu sia-sia… di depan kedua mataku mereka mengikat janji bersama hidup sampai maut memisahkan. Dan karena tidak tahan aku keluar dari gereja itu dan aku menulis ”you love my friend?” dengan air mataku sendiri di kaca mobil pengantin mereka dan aku berlari hingga di pantai dan aku menuliskan kalimat yang sama, hingga ombak menghanyutkan kalimat itu. Meski aku tahu mungkin rasa ini tidak akan hilang.

Duh, ceritanya sangat memilukan hati banget. Kalo ini emang true story, I just can say sorry to hera it. Tuhan selalu tahu yang terbaik, Wanita yang baik hanya akan berjodoh dengan pria baik pula. Saya yakin you will find someone much much better than tian. Yang sabar ya…